Selasa, 21 April 2015

Mengenal Lebih Jauh Tentang Individu

            Hai... Hari ini saya akan ngebahas masalah individu di dalam organisasi. Langsung saja tanpa basa-basi kita munculkan pertanyaan, Bagaimana perilaku individu di dalam organisasi? Dan apa yang mempengaruhi perilaku setiap individu?
            Individu adalah seorang yang tidak hanya memiliki perannan di dalam lingkunnya, tetapi juga memiliki keperibadian serta tingkah laku yang menggambarkan karakteristik diri orang tersebut.
            Perilaku individu didalam organisasi merupakan bentuk interaksi antara individu-individu yang bertemu secara bersamaan dan mempunyai keperibadian yang berbeda-beda.  Keperibadian individu yang berbeda ini memang dipengaruhi oleh lingkungan yang berbeda juga. Seorang individu akan membawa kemampuannya, kepercayaan dirinya, harapannya, dan pengalamannya ke dalam tatanan organisasi.
            Dengan adanya sesuatu yang dibawa oleh individu-individu tersebut akan membuat suatu organisasi bertambah besar. Akan tetapi harus diperhatikan juga, bahwa sesuatu yang dibawa oleh si individu tersebut harus sejalan dengan visi dan misi organisasi.
            Seorang individu memiliki perilaku yang berbeda bukan hanya karena lingkungan, tetapi ada juga faktor lain seperti dibawah ini :

1. Umur
Umur sangat berpengaruh terhadap perilaku seorang individu, termasuk kemampuan didalam bekerja dan mengambil keputusan. Seorang individu yang sudah berusia diatas 40 tahun akan cendering lebih lambat dibandingkan usia 40 tahun kebawah. Hal itu dikarenakan manusia akan mengalami penurunan kinerja pada tubuh dan menyebabkan berkurangnya tenaga.
2. Jenis kelamin
Jenis kelamin tidak terlalu berpengaru terhadap perilaku seorang individu, karena baik wanita maupun pria tidak banyak perbedaan, hanya bentuk fisik dan tanggung jawab saja yang berbeda. Pada zaman modern seperti ini jenis kelamin buhanlah halangan bagi seorang individu dalam bekerja.
3. Status
Seorang individu yang sudah menikah akan lebih baik dari yang belum menikah dalam hal pekerjaan. Bukan dikarenakan kemampuan yang berbeda, akan tetapi seorang individu yang sudah menikah akan lebih memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan akan lebih menekuni didalam bidangnya. Berbeda dengan individu yang belum menikah mereka akan cenderung berganti-ganti pekerjaan yang dikarenakan rasa ingin tahunya dan menyebabkan kurang maksimalnya dalam bekerja.  


Selasa, 14 April 2015

Ingin Menjadi HRD ?

      Haiii... akhirnya kita jumpa lagi, maaf kali ini saya telat untuk memposting tulisan ini. Maklum mahasiswa selalu bermasalah dengan yang namanya kuota. Setalah selesai dengan yang namanya kuota saya disini ingin membantu kalian yang ingin menjadi HRD namun belum memahami betul apa sebenarnya itu HRD. Pertanyaan besarnya yaitu apasih HRD? Dan diikuti pertanyaan lain seperti seberapa penting HRD itu? Jika memang penting apa yang menyebabkan dia begitu penting? Sebelum kita membahas pertanyaan – pertanyaan itu semua ada baiknya kita berdoa dulu agar tulisan ini dapat bermakna, berdoa mulai.
            Mungkin beberapa dari kalian bertanya-tanya apa itu HRD? HRD atau Human Resources Development adalah suatu badan yang menangani masalah – masalah pada lingkungan karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan tenaga kerja lainnya agar bisa menopang kegiatan organisasi atau perusahaan supaya tujuan yang sudah di targetkan tercapai.
            Dari kata – kata menopang agar tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan dapat tercapai, berarti HRD sangat berperan penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Jika HRD gagal dalam tugasnya akan menyebabkan suatu organisasi atau perusahaan mengalami kegagalan. Oleh karena itu jika kalian ingin menjadi seorang HRD yang berhasil dan tidak menyebabkan kegagalan bagi organisasi atau perusahaan yang kalian tempati, kalian harut tahu dan memahami tugas, tanggung jawab dan perannya.
                Tugas , peran, dan tanggung jawab  seorang HRD dalam organisasi sangat penting, karena dia yang akan memilih dan melatih seorang karyawan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya didalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dibawah ini adalah tugas, peran serta tanggung jawab seorang HRD :
  1. HRD bertugas menyiapkan dan menseleksi  tenaga kerja

HRD bertugas menyiapkan dan menseleksi calon karyawan yang akan bekerja didalam suatu perusahaan atau organisasi yang mereka naungi. Untuk menyiapkan  atau menseleksi tenaga kerja dilakukan dengan beberapa langkah, langkah – langkahnya yaitu, Persiapaan, Recruitmen tenaga kerja, dan Seleksi tenaga kerja. Langkah – langkah tersebut yang akan mencetak karyawan yang berkualitas dan unggul, sehingga suatu organisasi dan perusahaan dapat berkembang.

         2.   Pengembangaan dan Evaluasi Karyawan
Biasanya karyawan yang sudah diterima tidak akan dilepas begitu saja, mereka akan dibimbing agar dapat berkontribusi dengan baik terhadap organisasi atau perusahaan. Untuk membimbing karyawan HRD akan melakukan pengembangan dan evaluasi karyawan sebagai pembekalan agar karyawan bisa lebih menguasai didalam bidangnya.

         3.    Pemberian Kompensasi pada Karyawan
HRD akan memberikan kompensasi sebagai ganti dari apa yang dilakukan karyawan kepada sebuah organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang diberikan bermaksud agar karyawan lebih maksimal dalam melakukan tugasnya.

            Disamping tugas, peran, serta tanggung jawabnya HRD adalah pintu gerbang yang menghubungkan suatu organisasi atau perusahaan dengan karyawan. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara HRD dan karyawan dapat dipastikan suatu organisasi atau perusahaan tidak akan berjalan dengan baik.
            Seorang HRD yang baik akan memiliki sikap yang baik, berikut ini adalah sikap yang harus dimiliki seorang HRD :
1        HRD yang baik akan mencintai pekerjaannya, karena dengan cinta dia akan dapat melakukan pekerjaannya dengan motivasi tinggi dan memberikan efek yang baik bagi suatu organisasi atau perusahaan.
2        Selain mencintai pekerjaannya seorang HRD juga harus mempunyai sikap pantang menyerah, karena didalam ruang lingkup HRD akan banyak permasalahan yang harus bisa dipecahkan. Oleh karena itu sikap pantang menyerah harus dimiliki seorang HRD.
3        Seorang HRD harus memiliki integritas, karena seorang HRD harus bisa memberikan contoh yang baik kepada karyawannya.
4        Memiliki kemampuan berinteraksi yang baik dengan orang lain
5        Mempunyai mimpi besar didalam sebuah organisasi atau perusahaan
6        Memiliki kepercayaan diri
7        Selalu disiplin dalam segala hal
8        Yang paling penting adalah rasa saling menghargai, menghormati, dan peka akan suatu perubahan yang ada pada lingkungan sekitar.

           


Minggu, 05 April 2015

Kepuasan dan Komitmen


Haii... Kali ini saya mau menjelaskan tentang komitmen dan kepuasan. Oke.. pertanyaannya adalah Apakah Kepuasan berbanding lurus dengan komitmen ?? Sebelum kita membahas pertanyaan itu perlu kita ketahui terlebih dahulu apa itu kepuasan dan apa itu komitmen.

Kata kepuasan (satisfaction) berasal dari bahasa Latin “satis” yang memiliki arti cukup baik dan “facio” yang memiliki arti melakukan atau membuat, sehingga secara etimologi kata kepuasan (satisfaction) memiliki definisi “upaya pemenuhan sesuatu”.
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepuasan adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Namun, berdasarkan teori kepuasan manusia seutuhnya tidak akan pernah merasa puas. Sebagai contoh, seorang anak ingin mendapatkan peringkat 5 besar didalam kelas. Akhirnya dia berusaha keras belajar sehingga dia berhasil mendapatkan peringkat 5, disitu anak tersebut merasa terpuaskan. Akan tetapi setelah melihat teman sebangkunya mendapat peringkat 1 anak tersebut merasa bahwa dirinya harus mendapatkan peringkat 1.
Dari contoh tersebut dapat kita pahami bahwa kepuasan itu bersifat sementara dan tidak ada akhirnya. Oleh karena itu kita harus mengetahui batasan kita agar kita tidak menjadi stress akan keinginan kita. Berbicara tentang keinginan, apakah keinginan berkaitan erat dengan komitmen?? Sebelumnya apa itu komitmen??
 Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.
Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa keinginan berkaitan dengan komitmen. Karena komitmen ada karena keinginan kita untuk menepatinya. Sebagai contoh, Seorang anak ingin mendapat peringkat 1 dan dia berusaha dengan giat. Bagaimana usahanya?? Ia berusaha dengan cara belajar setiap hari, dengan belajar setiap hari kemungkinan besar ia akan mendapat peringkat 1. Dari contoh tersebut tergambar jelah bahwa anak itu ingin mendapat peringkat 1 dan ia berkomitmen dengan belajar setiap hari.
Okee.. sekarang kita kembali ke pertanyaan awal, apakah kepuasan berbanding lurus dengan komitmen??? Dan jawabannya adalah yaaa. Mengapa demikian??? Karena hasil dari sebuah komitmen adalah kepuasan baik itu senang maupun tidak. Sebagai contoh, seseorang berkomitmen akan membuat penemuan baru dalam waktu satu tahun. Walaupun dia harus begadang tiap hari dia tetap melakukannya karena itu adalah komitmennya. Dan akhirnya ia berhasil sehingga dia merasa puas, akan tetapi bagaimana kalau dia gagal. Kembali lagi kepada teori kepuasan, manusia seutuhnya tidak bisa merasa puas. Oleh karena itu kita harus mengetahui batasan kita agar kita bisa membuat komitmen yang benar.