Haii... Kali ini saya mau menjelaskan tentang komitmen dan kepuasan. Oke.. pertanyaannya adalah Apakah Kepuasan berbanding lurus dengan komitmen ?? Sebelum kita membahas pertanyaan itu perlu kita ketahui terlebih dahulu apa itu kepuasan dan apa itu komitmen.
Kata kepuasan (satisfaction) berasal dari bahasa Latin
“satis” yang memiliki arti cukup baik dan “facio” yang memiliki arti melakukan
atau membuat, sehingga secara etimologi kata kepuasan (satisfaction) memiliki
definisi “upaya pemenuhan sesuatu”.
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kepuasan adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Namun, berdasarkan teori kepuasan
manusia seutuhnya tidak akan pernah merasa puas. Sebagai contoh, seorang anak
ingin mendapatkan peringkat 5 besar didalam kelas. Akhirnya dia berusaha keras
belajar sehingga dia berhasil mendapatkan peringkat 5, disitu anak tersebut
merasa terpuaskan. Akan tetapi setelah melihat teman sebangkunya mendapat
peringkat 1 anak tersebut merasa bahwa dirinya harus mendapatkan peringkat 1.
Dari contoh tersebut dapat kita pahami bahwa kepuasan itu
bersifat sementara dan tidak ada akhirnya. Oleh karena itu kita harus
mengetahui batasan kita agar kita tidak menjadi stress akan keinginan kita. Berbicara
tentang keinginan, apakah keinginan berkaitan erat dengan komitmen?? Sebelumnya
apa itu komitmen??
Komitmen adalah janji
pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita.
Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang
berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.
Dari
pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa keinginan berkaitan dengan
komitmen. Karena komitmen ada karena keinginan kita untuk menepatinya. Sebagai
contoh, Seorang anak ingin mendapat peringkat 1 dan dia berusaha dengan giat.
Bagaimana usahanya?? Ia berusaha dengan cara belajar setiap hari, dengan
belajar setiap hari kemungkinan besar ia akan mendapat peringkat 1. Dari contoh
tersebut tergambar jelah bahwa anak itu ingin mendapat peringkat 1 dan ia
berkomitmen dengan belajar setiap hari.
Okee..
sekarang kita kembali ke pertanyaan awal, apakah kepuasan berbanding lurus
dengan komitmen??? Dan jawabannya adalah yaaa. Mengapa demikian??? Karena hasil
dari sebuah komitmen adalah kepuasan baik itu senang maupun tidak. Sebagai
contoh, seseorang berkomitmen akan membuat penemuan baru dalam waktu satu
tahun. Walaupun dia harus begadang tiap hari dia tetap melakukannya karena itu
adalah komitmennya. Dan akhirnya ia berhasil sehingga dia merasa puas, akan
tetapi bagaimana kalau dia gagal. Kembali lagi kepada teori kepuasan, manusia
seutuhnya tidak bisa merasa puas. Oleh karena itu kita harus mengetahui batasan
kita agar kita bisa membuat komitmen yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar