Minggu, 05 April 2015

Kepuasan dan Komitmen


Haii... Kali ini saya mau menjelaskan tentang komitmen dan kepuasan. Oke.. pertanyaannya adalah Apakah Kepuasan berbanding lurus dengan komitmen ?? Sebelum kita membahas pertanyaan itu perlu kita ketahui terlebih dahulu apa itu kepuasan dan apa itu komitmen.

Kata kepuasan (satisfaction) berasal dari bahasa Latin “satis” yang memiliki arti cukup baik dan “facio” yang memiliki arti melakukan atau membuat, sehingga secara etimologi kata kepuasan (satisfaction) memiliki definisi “upaya pemenuhan sesuatu”.
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepuasan adalah sesuatu yang harus dipenuhi. Namun, berdasarkan teori kepuasan manusia seutuhnya tidak akan pernah merasa puas. Sebagai contoh, seorang anak ingin mendapatkan peringkat 5 besar didalam kelas. Akhirnya dia berusaha keras belajar sehingga dia berhasil mendapatkan peringkat 5, disitu anak tersebut merasa terpuaskan. Akan tetapi setelah melihat teman sebangkunya mendapat peringkat 1 anak tersebut merasa bahwa dirinya harus mendapatkan peringkat 1.
Dari contoh tersebut dapat kita pahami bahwa kepuasan itu bersifat sementara dan tidak ada akhirnya. Oleh karena itu kita harus mengetahui batasan kita agar kita tidak menjadi stress akan keinginan kita. Berbicara tentang keinginan, apakah keinginan berkaitan erat dengan komitmen?? Sebelumnya apa itu komitmen??
 Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.
Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa keinginan berkaitan dengan komitmen. Karena komitmen ada karena keinginan kita untuk menepatinya. Sebagai contoh, Seorang anak ingin mendapat peringkat 1 dan dia berusaha dengan giat. Bagaimana usahanya?? Ia berusaha dengan cara belajar setiap hari, dengan belajar setiap hari kemungkinan besar ia akan mendapat peringkat 1. Dari contoh tersebut tergambar jelah bahwa anak itu ingin mendapat peringkat 1 dan ia berkomitmen dengan belajar setiap hari.
Okee.. sekarang kita kembali ke pertanyaan awal, apakah kepuasan berbanding lurus dengan komitmen??? Dan jawabannya adalah yaaa. Mengapa demikian??? Karena hasil dari sebuah komitmen adalah kepuasan baik itu senang maupun tidak. Sebagai contoh, seseorang berkomitmen akan membuat penemuan baru dalam waktu satu tahun. Walaupun dia harus begadang tiap hari dia tetap melakukannya karena itu adalah komitmennya. Dan akhirnya ia berhasil sehingga dia merasa puas, akan tetapi bagaimana kalau dia gagal. Kembali lagi kepada teori kepuasan, manusia seutuhnya tidak bisa merasa puas. Oleh karena itu kita harus mengetahui batasan kita agar kita bisa membuat komitmen yang benar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar